Lemah Kuning! Nama ini sengaja aku pilih, karena ini akan mengingatkan pada suatu masalah tersendiri, yang menjadi harus dicampakkan, dan dijauhkan dari kebenaran. Dan mungkin kebenaran itu hanya menjadi suatu impian belaka. Namun demikian marilah kita bermimpi, banyak orang mengatakan dengin bermimpi suatu saat akan menjadi kenyataan. Jauh sebelum saya menggunakan kata ini untuk memberi judul blog, hanya satu masalah yang muncul ketika dilakukan pencarian menggunakan google.
Tampilkan postingan dengan label saint. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saint. Tampilkan semua postingan

11.11.16

SENSASI

ANTARA ANGAN-ANGAN DAN KENYATAAN








SENSASI yang dalam Bahasa Inggrisnya sensation, kemudian diartikan lagi kedalam Bahasa Indonesia adalah sebagai: sensasi, rasa, perasaan, kegemparan, keonaran dan kegegeran. Kemudian ketika sensasi diterjemahkan dalam Bahasa Inggris sebagai thrill, maka ketika dikembalikan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi: sensasi, getaran hati, getaran jiwa, kecemasan. Satu lagi, apabila sensasi diterjemahkan lagi ke dalam Bahasa Inggris sebagai kick, maka ketika dikembalikan lagi akan menjadi: sensasi, tendangan, sepakan, sepak, sentakan, depak. Lalu sebenarnya apakah sensasi itu?
 
 

Menurut Wikipedia; Sensasi adalah deteksi energi fisik yang dihasilkan atau dipantulkan oleh objek-objek fisik yang terjadi ketika energi dalam lingkungan eksternal atau dalam tubuh merangsang reseptor dalam organ-organ indra. Sensasi meliputi penglihatan, bunyi, bau, rasa, dan sentuhan. Sensasi merupakan salah satu dari tiga komponen utama kesadaran menurut psikologi strukturalis, selain citra dan afeksi.

 
Kemudian berikut ini adalah petikan dari sebuah majalah elektronik IDNtimes.com:
 
Ini 15 Sensasi yang Digunakan Artis Indonesia Untuk Mendongkrak Popularitas!

Demi mendongkrak popularitas, banyak artis Indonesia yang tak segan menggunakan kisah-kisah settingan atau membesar-besarkan sebuah masalah. Sensasi dibuat agar media menyorot dan memberitakan mereka. Tujuannya bisa agar bayaran mereka lebih tinggi atau semakin banyak job yang ditawarkan. Tapi enek nggak sih dengan sensasi-sensasi mereka ini?


  1. Mengungkap masalah pribadi di media. Mereka memang public figure, tapi apa iya masalah pribadinya harus diungkap dengan detail di media? Buktinya ada kok artis yang tak mengumbar masalah pribadi di media.
  2. Melaporkan atau dilaporkan atas suatu kasus ke polisi. Yang satu melaporkan karena kasus kekerasan, yang satunya lagi akan melaporkan karena kasus pencemaran nama baik. Rasanya banyak sekali artis yang pernah berhubungan dengan polisi ya?
  3. Bercerai. Sudah jadi rahasia umum kalau artis Indonesia banyak yang kawin cerai dan moment ini justru dimanfaatkan untuk mendongkrak popularitas.
  4. Bertengkar dengan suami atau istri. Seolah rumah tangga mereka adalah milik orang se-Indonesia, masalah kecil pun harus dikonsumsi semua orang. Apa di rumah nggak bisa ngobrol? 
  5. Pamer barang-barang super mewah. Nggak tahu barangnya kreditan, atau pinjaman, yang jelas mereka pamer ini-itu di sosial media. 
  6. Menggunakan fashion aneh. Agar semua mata memandangnya, dia rela memakai kostum-kostum aneh yang sebenarnya sama sekali nggak cocok. 
  7. Membuat acara mewah yang sebenarnya cukup dinikmati sendiri. Tak hanya pernikahan yang ditayangkan eksklusif, kelahiran bayi pun dijadikan acara tersendiri di televisi. Ya ampun!
  8. Mengumbar permusuhan dengan artis lain. Tak cukup dengan pesan pribadi, ungkapan permusuhan harus diungkapkan lewat konferensi pers. Wow! 
  9. Selingkuh. Kabar perselingkuhan memang lebih kencang berhembus dan beberapa artis menjadi lebih populer karena pemberitaan ini. 
  10. Mengunggah foto-foto vulgar. Dengan mengunggah foto-foto seksi mungkin mereka berharap banyak orang akan membicarakannya. Atau lebih tepatnya menghujat mereka. 
  11. Gonta-ganti pasangan. Bulan ini digosipkan dekat dengan artis A, eh bulan depannya lagi katanya sudah dengan artis B. Terus nikah sama si C, dn katanya sekarang sudah pisah ranjang, duh! 
  12. Sok konyol dan ngelucu. Bertingkah konyol dan sok lucu membuat si artis banyak diketawain, diejek, bahkan dihina. Tapi justru itu semua yang mambuat mereka semakin populer. 
  13. Membuat kontroversi. Pernah ada artis wanita yang mengunggah fotonya seolah sedang disembah. Ada pula yang mencari pendonor sperma. Tentu semua media dan masyarakat akan bertanya-tanya dan ramai-ramai mewawancarinya. Terkenal deh jadinya! 
  14. Pura-pura pacaran. Artis ini niat banget bikin kisah settingan demi disorot media. Pura-pura saling jatuh cinta, eh habis itu kisahnya selesai tanpa ada konfirmasi lebih lanjut. 
  15. Mengangkat isu-isu agama yang sensitif. Beberapa artis pernah membuat sensasi dengan menggunakan atribut agama lain. Tentu netizen akan langsung menyebarluaskan berita seperti ini.

Satu hal yang harus kamu tahu, kamu selama ini sudah berkontribusi untuk meningkatkan popularitas mereka karena sensasi itu. Dengan ikut komentar di medsos mereka, menghujat, menggosipkan dan lainnya, kamu benar-benar sudah membantu mereka. Aneh kan, artis yang terkena berita buruk dan kadang tidak bermoral malah dibayar semakin tinggi dan lebih terkenal. Jadi setelah ini kamu harus lebih bijak ya saat menanggapi sensasi!




Mencari Pengertian Sensasi Yang Sebenarnya. 

Sensasi dengan mudah dapat ditelusuri asal katanya, yaitu sense dalam Bahasa Inggris yang kemudian mendapatkan akhiran -ion (-tion) menjadi sensation. Kemudian di-Bahasa Indonesiakan menjadi sensasi. Disini berarti membuat kata sifat yang berasal dari kata benda sense (indra, panca indra). Namanya saja panca indra berarti ada 5 (lima): mata, telinga, lidah, kulit dan hidung. Mari kita telusuri satu-persatu.

 

Mata sebagai indra penglihatan mempunyai anatomi seperti gambar di atas. Tak perlulah kiranya berbicara panjang lebar tentang hal ini. Tetapi sebagai indra penglihatan mata pasti mempunyai alat utama, yang kebanyakan orang awam (teknik) menyebutnya sebagai sensor. Apapun yang diterima sensor ini pasti akan diteruskan ke otak dan diproses menjadi gambar. Sensor yang paling penting adalah sensor yang dapat menerima warna dari cahaya.

Mata manusia dapat mendeteksi berbagai pencahayaan di 1014 , atau 100.000.000.000.000 (sekitar 46,5 f-stops), dari 10-6 cd/m2, atau sepersejuta (0,000001) per meter persegi candela sampai dengan 108 cd/m2 atau seratus juta (100.000.000) candela per meter persegi. Kisaran ini tidak termasuk melihat matahari tengah hari (109 cd/m2) atau debit petir.

Pada range bawah akhir dari rentang adalah ambang mutlak visi untuk cahaya stabil di seluruh bidang pandang lebar, sekitar 10-6 cd/m2 (0,000001 candela per meter persegi). Kisaran ujung atas diberikan dalam hal kinerja visual normal 108 cd/m2 (100 juta atau seratus juta candela per meter persegi).

Berapa warna bisa dibedakan? Tentunya mata manusia normal bisa membedakan seluruh warna dari spektrum cahaya tampak (visible spectrum) yang merupakan bagian dari spektrum gelombang elektromagnetik. Mata normal manusia akan dapat mendeteksi panjang gelombang dari 400 sampai 700 nm, meskipun beberapa orang dapat menerima panjang gelombang dari 380 sampai 780 nm (atau dalam frekuensi 790-400 terahertz). Ada beberapa orang yang kelihatan segar bugar, tetapi ternyata tidak dapat membedakan warna tertentu, dikarenakan menderita buta warna sebagian.

Anda, dengan kesadaran penuh dan mengerti semua uraian diatas, apakah telah melakukan atau mengetahui sensasi apakah yang didapatkan dari mata anda? Saya yakin semuanya pasti pernah menonton TV atau bahkan pecandu TV yang nota bene hanya merupakan sekumpulan cahaya tampak yang dimodifikasi dan digerakkan dari tempat yang cukup jauh, dan tentunya tidak jauh juga alat-alat elektronik yang ada dirumah.

Kapankah anda mengekploitasi indra penglihatan anda terhadap kondisi natural (alam)? Mungkin tidak pernah, karena keseharian anda hanya ada di dalam ruangan. Sesekali mungkin anda keluar ruangan untuk berpiknik atau kegiatan lain, dan anda sebut sebaga cuci mata.















Telinga sebagai indra pendengaran mempunyai anatomi seperti gambar di atas. Lalu sensor apakah yang dimiliki telinga? Ternyata telinga hanya mempunyai satu sensor yang penting, adalah gendang telinga.

Dalam anatomi manusia dan berbagai tetrapoda lainnya, gendang telinga juga disebut sebagai membran timpani atau myringa, adalah merupakan membran tipis berbentuk kerucut  yang memisahkan antara telinga luar dan telinga tengah. Fungsinya adalah untuk mengirimkan suara dari udara ke ossicles dalam telinga tengah, dan kemudian ke jendela oval di cairan koklea. Oleh karena itu, pada akhirnya akan mengkonversi dan menguatkan getaran dari udara menjadi getaran dalam cairan. Tulang malleus akan menjembatani kesenjangan antara gendang telinga dan ossicles lainnya.

Pecahnya atau perforasi gendang telinga dapat menyebabkan hilangnya pendengaran yang konduktif. Rusaknya atau retraksi dari gendang telinga dapat menyebabkan kehilangan pendengaran konduktif atau kolesteatoma.

Begitu banyak getaran-getaran yang ada di alam bebas, sayangnya manusia hanya dapat mendengar getaran yang mempunyai frekwensi dari 20Hz sampai 20.000Hz. Dan binatang-binatang tertentu juga mempunyai kelebihan dari manusia, namun tidak semua suara dapat dikenali oleh semua binatang. Artinya binatang tertentu mempunyai range frekwensi pendengaran yang tertentu pula.

Sensasi apakah yang sudah diekploitasi manusia untuk keperluan manusia dalam hal indra pendengaran ini? Lumayan banyak, tetapi yang paling fenomenal adalah penyusunan nada yang berulang terhadap hasil getaran dari sebuah obyek tertentu. Itulah yang kemudian kita sebut alat musik. Dengan memainkan alat musik ini maka kita sebut sedang bermusik, dan apabila kita menirukan getaran yang dihasilkan dari alat musik itu dan selaras adanya, maka kita disebut sedang bernyanyi. Akan lebih bermakna jika suara tiruan alat musik itu diganti dengan syair-syair yang bermakna, kemudian disebut lagu, tembang. Dan tentunya dalam bermusik dan bernyanyi (melantunkan tembang) dapat dilakukan sendiri maupun bersama-sama (grup musik). Bacaan yang nadanya diatur sedemikian pula, bisa disamakan dengan musik.

Sekali lagi sayang, indra kita yang harganya mahal ini hanya digunakan untuk sensasi-sensasi buatan manusia. Jarang sekali yang mau mendengarkan sensasi-sensasi buatan alam. Berlama-lama dipantai mendengarkan deburan ombak, paling banter hanya 1 (satu) jam, bahkan setengah jamsudah bosen. Malam hari di hutan mendengarkan suara-suara binatang hanya bertahan sepuluh menit, alasan takut ditubruk macan atau dikerumuni hantu. Payah . . . !











Lidah, sebagaimana anatominya tergambar di atas adalah indra perasa. Sebagaimana terlihat dengan jelas pada gambar di atas, maka bagian dari lidah yang dapat merasakan pahit ada di bagian belakang, berarti sangatlah bodoh seseorang yang ingin merasakan minuman itu manis atau pahit hanya dengan dijilat saja. Apalagi untuk mencicipi makanan yang mengandung berbagai rasa, hanya dengan dijilat saja, tentunya hasil tak sesuai dengan yang diharapkan.

Zat kimia yang menstimulasi sel-sel penerima rasa dikenal sebagai tastant. Setelah tastant terlarut dalam air liur, maka dapat melakukan kontak dengan membran plasma rambut gustatory, yang merupakan sisi dari rasa transduksi.

Lidah dilengkapi dengan banyak tunas-tunas perasa pada permukaan dorsalnya, dan masing-masing tunas perasa dilengkapi dengan sel reseptor rasa yang dapat merasakan secara spesifik dari rasa (selera). Jenis yang berbeda dari sel reseptor rasa akan mendeteksi zatnya masing-masing:  manis, pahit, asin, asam, pedas, atau rasa umami (lezat). Sel-sel reseptor umami adalah yang mudah dipahami dan sesuai meskipun masih intensif dalam penelitian.

Indra perasa ini adalah indra yang paling vital dalam diri manusia. Apa jadinya bila makanan anda yang setiap hari anda santap tidak memiliki rasa apapun? Kalau toh anda tidak bisa melihat, anda masih bisa mendengar. Kalau toh anda tidak bisa mendengar anda masih bisa meraba. Tetapi apabila anda makan apapun dan rasanya hanya seperti air saja, untuk apa anda mempertahankan hidup?

Tentunya indra perasa ini juga yang paling banyak dieksploitasi oleh pemiliknya. Judulnya adalah makan malam bersama, buka bersama, rapat, kuliner, dan entah apalagi. Banyak sekali orang mengatakan belum lengkap hidupnya apabila belum bisa merasakan makanan dari daerah tertentu, atau bahkan seharusnya dia merasakan seluruh masakan/makanan yang ada di muka bumi. Tentang rasa ini, anda adalah jagonya . . . .







Kulit, yang anatominya tergambar di atas adalah indra perasa jenis kedua. Dalam wikipedia Bahasa Inggris dikatakan bahwa kulit mempunyai fungsi sebagai sensasi. Tepatlah dengan judul artikel ini yang membahas tentang sensasi. Kulit dapat merasakan sensasi antara lain: terhadap panas dan dingin, sentuhan lembut/halus dan kasar, tekanan, getaran, dan sakit akibat cedera jaringan. Tentunya hal ini ditunjang adanya simpul-simpul jaringan syarat yang ada di seluruh permukaan kulit, dari kulit di kepala hingga kulit yang ada di jari kaki.

Kulit adalah meliputi seluruh bagian tubuh dari luar. Dan itu adalah merupakan organ sistem terbesar (1,5 s/d 2 meter persegi). Kulit memiliki beberapa lapisan jaringan ectodermal yang melindungi otot-otot, tulang, ligamen dan organ internal di bawahnya. Kulit manusia mirip dengan kebanyakan mamalia lain. Meskipun hampir semua kulit ditutupi dengan folikel rambut manusia, namun dapat nampak tak berbulu.

Karena bersentuhan langsung dengan lingkungan, kulit memainkan peran penting dalam melindungi kekebalan tubuh terhadap patogen dan kehilangan air yang berlebihan. Fungsi lainnya adalah isolasi, suhu peraturan, sensasi, sintesis vitamin D, dan perlindungan folat vitamin B. Kulit yang rusak akan segera menyembuhkan diri dengan membentuk jaringan parut, yang biasanya tidak berwarna dan depigmentasi. Warna kulit dan jenisnya juga bervariasi diantara populasi-populasi berkisar dari kering hingga berminyak. Kulit juga tempat bersemayamnya bagi berbagai bakteri yang diperkirakan berjumlah sekitar 1.000 spesies dari 19 filum. Tentunya jangan main-main dengan kulit anda.

Eksploitasi untuk merasakan sensasi dari indra kulit ini paling sering terjadi. Dan saya tidak akan berbicara tentang eksploitasi sensasi kulit dari pusar ke bawah meskipun itu adalah hal yang paling utama dan dikejar dalam hidup manusia. Masih banyak sensasi yang berasal dari indra perasa ini, terutama dari ujung jari. Bagi orang buta hanya dengan memegang maka ia tahu benda apa yang dipegang. Bagaimana dengan anda? 

Kitapun duduk, tidur dan menggunakan alas kaki memilih bahan yang halus dan enak dirasakan oleh kulit. Akhirnya orang modern jadi terbalik, menggunakan benda-benda kasar (seperti kerikil, dan lain-lain) untuk terapi. Mandi memilih dengan air hangat. Dan memang banyak orang yang rentan terhadap penyakit flu setelah berhujan-hujan ria sepanjang hari. Padahal sebenarnya, kuncinya hanya satu, mandilah (basahilah seluruh badan) setelah anda terpapar air hujan, jangan malah menunggu kering, karena air hujan mengandung onaksen (peluruhan dari ozon) yang lebih bahaya dari radikal bebas.

Bagaimanakah mengekploitasi indra perasa (kulit) kita dengan baik dan benar? Jawabnya: belajarlah dengan alam.
















Hidung, adalah indra perasa jenis ketiga. Dikatakan indra perasa karena sama saja dengan kulit dan lidah, hanya beda tempat. Beda dengan lidah, yang dapat diraskan oleh hidung adalah zat dalam fase gas, sedang lidah dapat merasakan apabila dalam fase cair atau padat yang diairi. Sebenarnya hidung ini adalah indra yang tidak penting-penting amat. Orang gak punya hidung (grumpung) ya tetap hidup. Mungkin malah enak karena tak pernah merasakan bau kentut busuk.
 
Bagian yang terlihat dari hidung adalah bagian yang menonjol dari wajah dan terdapat lubang hidung. Bentuk hidung ditentukan oleh tulang-tulang rawan dan kartilago, termasuk tulang rawan septum (yang teripisah dengan lubang hidung) dan kartilago atas serta kartilago bawah lateral. Rata-rata hidung laki-laki lebih besar dari perempuan.

Hidung memiliki daerah sel khusus yang bertanggung jawab untuk membau (bagian dari sistem penciuman). Fungsi lain dari hidung adalah untuk mengkondisian udara yang dihirup, pemanasan dan membuatnya lebih lembab. Rambut di dalam hidung akan mencegah partikel besar memasuki paru-paru. Bersin disebabkan oleh partikel asing yang bisa menyebabkan iritasi pada mukosa hidung, tapi bisa juga disebabkan oleh tereksposur cahaya terang yang tiba-tiba, namun jarang terjadi (disebut sebagai bersin refleks fotik), dan atau dengan menyentuh kanal eksternal. Bersin bisa menularkan infeksi, karena akan membentuk aerosol kemudian menghamburkannya disertai beribu-ribu mikroba.

Karena memang indra ini sangat-sangat tidak penting, orang jarang sekali mengeksploitasinya. Orang-orang tertentu saja menyukai parfum. Dan yang menjadi salah paham adalah ketika indra perasa 1 (lidah) dipadukan dengan indra perasa 3 ini, dikiranya makanan yang berbau harum rasanya pasti enak. Salah itu bro . . . . !!

Gambar paling atas dalam artikel ini adalah cara saya untuk mencoba mengekploitasi indra perasa yang ke-3 ini. Adalah sangat kuno dan tidak populer sama sekali. Balsem merek tertentu (biasanya produk dari luar negri) mempunyai aroma yang lunak (soft), lain dengan produksi dalam negri yang aromanya tajam, yang tentu saja tak cocok untuk dihirup setiap hari. Ini adalah gambaran dari anak-anak yang belum dewasa yang setiap harinya mengeksploitasi indra penciuman ini dengan lem produk tertentu.

Lem adalah material kimia yang jelas-jelas mengandung bahan kimia berbahaya dan beracun (B3). Biasanya adalah BTX yang sangat rentan menyebabkan kanker. Penggunaannya dalam industri sangat dibatasi.

Berbeda dengan lem, balsem semua komponen penyusunnya telah diteliti dan aman untuk digunakan bahkan sebagai material hisap (salah satunya produksi Protect & Gambler). Balsem pdoduksi dalam negri hampir semua mengandung methylsalisilat yang baunya cukup tajam, meskipun komposisinya bervariasi tergantung jenisnya. Sedangkan balsem produksi (lesensi) luar negri rata-rata hanya mengandung, minyak cengkeh, minyak kayu putih, minyak kayu manis, dan beberapa lagi yang baunya tidak terlalu menyengat.

25.11.15

BUNGA BAKUNG

  Hippeastrum Puniceum   


"Hanya bilik bambu tempat tinggal kita, tanpa hiasan tanpa lukisan. Beratap jerami beralaskan tanah, namun semua ini punya kita, memang semua ini milik kita sendiri . . . . .
Hanya alang-alang pagar rumah kita, tanpa anyelir, tanpa melati. Hanya bunga bakung tumbuh di halaman, namun semua itu punya kita, memang semua itu milik kita . . . . .
Haruskah kita beranjak ke kota, yang penuh dengan tanya . . .
Lebih baik disini . . . .
Rumah kita sendiri . . . .
Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa semuanya ada disini . . .
Rumah kita . . . "




Diambil tanggal 3 Desember 2006 dengan Olymphus.








Itulah baris-baris lagu dari Good Bless yang membuat saya sangat menyukai bunga bakung ini. Cukup lama dan menghabiskan energi untuk mendapatkan informasi mengenai bunga ini, terutama nama ilmiahnya. Wikipedia, ternyata kita tidak mendapatkan informasi apa-apa, hanya list mengenai lilium atau yang sering disebut sebagai lely atau lily. Apakah bunga bakung ini termasuk keluarga tumbuhan tersebut? Sekian blog dan web ditelusuri, tidak ada yang mengatakan tentang itu, meskipun semua blog dan web berbahasa Indonesia merujuk bahwa tanaman tersebut sebagai bunga bakung. Sampai kemudian saya menemukan Hemerocallis yang disebut sebagai daylilies, tetapi ternyata tak satupun spesies yang gambarnya sesuai dengan bunga bakung.



Gambar diambil tanggal 15 Oktober 2007 dengan Olymphus
  



Kembali dengan penelusuran gambar akhirnya ditemukan gambar yang sesuai, meskipun nama yang ada disana belum optimal yaitu Amarylies karena sementara orang menganggap bahwa bunga bakung adalah termasuk keluarga itu. Bunga amarylies berwarna orange, di web tersebut juga menyebutnya dengan spesies Hippeastrum puniceum, maka setelah ditelusuri spesies ini dengan googling gambar, maka seluruh permukaan layar dipenuhi dengan warna orange khas dari bunga bakung ini. Maka selesailah sudah pencarian status dari bunga bakung yang paling banyak ditanam di halaman-halaman rumah di seluruh Indonesia.



Gambar diambil denga camera Olymphus
pada 28 September 2008





Menurut Wikipedia maka tumbuhan ini termasuk klas: Angiospermeae monocotyle, ordo: Asparagales, keluarga: Amaryllidaceae dan genus: Hippeastrum. Meskipun demikian pengetahuan sebelumnya memasukkan bunga bakung ini kedalam ordo Liliales dari keluarga Liliaceae, sedangkan nama ilmiah lainnya: Hippeastrum equestre, Amaryllis punicea. Nama bukan ilmiahnya adalah: Orange lirio, Amaryllis lily, Barbados lily, Esaster lily, Maroon lily dan Red Lily, meskipun lirio sebenarnya merujuk pada spesies dari keluarga lain yaitu Crinum latifolium.




Gambar diambil dengan camera Olymphus pada 3 Desember 2006










Bunga bakung ini sebenarnya mengandung bahan kimia yang cukup berbahaya yaitu: 3-O-acetyl-narcissidine  yaitu bahan kimia alami sejenis alkaloid. Jadi tidak heran bunga bakung ini bisa tumbuh dengan baik dimana saja karena jarang, atau bahkan tak ada binatang ataupun serangga yang akan mengganggunya, meskipun sebenarnya tumbuhan ini pada awalnya dibudi-dayakan untuk tanaman obat.



Diambil 1 November 2008









Di halaman rumah itu hampir saja tidak akan pernah tumbuh bunga bakung, seandainya 9 tahun yang lalu (tahun 2006) saya membiarkan pembangunan berlanjut pada pengerasan halaman rumah dengan semen hanya untuk keperluan yang tidak seberapa penting. Saya menghentikannya, maka ketika dilihat perlahan gambar-gambar di atas dari tahun ke tahun berikutnya tampak gersang. Tetapi kondisi sekarang ini sudah jauh lebih baik, meskipun pada saat musim kemarau semua menghilang pada saat gilirannya musim penghujan datang maka akan didahului dengan bunga-bunga yang bermunculan lebih dahulu, baru diikuti dengan daunnya. Setelah bunga layu maka memang hanya daun saja yang tampak sampai semuanya kembali mengering. Memang demikianlah sifat bunga bakung itu, samapai-sampai ada yang memberi nama sebagai Bunga November atau Bunga Desember.



 

Berikut ini adalah gambar-gambar yang lain yang saya sempatkan untuk mengabadikan keberadaannya:


Upaya pengeraskan halaman dengan semen
(diambil dengan Olymphus 21 Oktober 2006).






Diambil dengan camera Lumix pada 4 November 2013 

Diambil dengan camera Lumix 5 November 2013



Diambil dengan tablet Advan dan sudah dicrop pada 10 November 2014



Diambil dengan tablet Advan pada 24 November 2015

 
Diambil dengan tablet Advan pada 24 November 2015
 




Diambil dengan tablet Advan pada 10 November 2014

 

17.11.13

Grass Jelly Drink

Janggelan

Membahas makanan yang satu ini di musim hujan kok rasanya kurang cocok, tetapi apa daya karena memang terlambat terbit. Saya mendapatkan makanan seperti gambar di samping ini adalah ketika musim sedang panas-panasnya, ketika itu seorang teman mengambil dari etalase toko makanan yang seperti ini dan langsung menyorongkan ke hadapanku untuk aku santap, katanya: "Pasti kau suka!" Saya ragu, tak urung ku tengguk juga. Selintas kemudian aku teringat masa-masa yang lampau ketika sehari-harinya merasakan makanan tersebut, janggelan.

Dulu ketika aku kecil, makanan ini aku dapatkan di warung sederhana dekat rumah dibungkus dengan daun pisang dan harganya Rp5,-. Setelah aku merasakan makanan itu aku menjadi ketagihan, dan hampir setiap hari aku membelinya, karena memang rasanya yang segar dan tidak terlalu manis. Kata manis ini menjadi pertanyaan selanjutnya, kenapa harus manis? Pertanyaan ini rupanya tidak akan dibahas sekarang, mungkin lain waktu. 

Di Indonesia makanan ini dikenal sebagai cincau (id), janggelan (jv), sedangkan camcau (jv) adalah merupakan species yang berbeda. Ternyata di dunia ini khususnya Asia ada banyak species yang bisa diambil sarinya dengan air kemudian dipadatkan (memadat). Di negri asalnya, China, species yang digunakan adalah Mesona chinensis, sedangkan di Vietnam juga menggunakan Tiliacora triandra disamping Mesona chinensis tadi. Di Indonesia ada tiga species dan semua berbeda dengan species diatas, yaitu: Mesona palustris (cincau hitam = janggelan), Melastoma polyanthum (cincau perdu) dan Cyclea barbata (cincau hijau).

Sebenarnya saya tertarik untuk membuat cerita tentang cincau ini karena hal di atas. Ternyata tumbuhan yang sudah sejak lama dipakai sebagai minuman (memang mungkin minuman kampung) belum banyak dikenal orang, terbukti sangat sulit untuk mendapatkan keterangan tentang hal itu, terutama tentang klasifikasi tumbuhan itu sendiri.

Ini adalah cerita lain tentang cincau atau semacamnya. Ketika kecil saya sering bermain dengan daun-daunan yang mungkin juga bisa menjadi minuman yaitu kaca piring (Gardenia jasminoides). Sama seperti cincau maka daun dari tumbuhan ini juga akan mengeluarkan cairan yang dapat mengental, tetapi memang tidak pernah untuk dimakan, jelas rasanya dan mungkin malah beracun (tidak bisa dimakan). Ketika beranjak besar maka saya sendiri sering meramu sendiri cincau hijau untuk dimakan, daunnya dibiakkan dengan cara merambatkan pada seutas tali ijuk yang dibentangkan dan ditambatkan pada pohon kelapa. Cincau hijau rasanya memanag tidak seenak cincau hitam karena agak langu(jv) sedikit. Untuk menghilangkan rasa itu biasanya ibu saya menambahkan air jeruk nipis. Sebagai pemanis (lagi-lagi manis) digunakan gula merah yang dicairkan, dan sedikit santan. Mungkin gambar berikut ini pendekatannya.

 







25.4.13

NGENGAT RAKSASA

(Attacus atlas)

Sepintas kilas orang akan mengira bahwa gambar yang di atas ini adalah kupu-kupu, itu adalah tidak salah karena ngengat satu ordo dengan kupu-kupu, dan bahkan ada yang menyebutnya sebagai kupu-kupu gajah. Lalu apa bedanya antara kupu-kupu dan ngengat? Itu adalah pertanyaan genius yang perlu sekali dijawab. Tetapi karena saya tidak ahli dalam hal biologi, jawaban yang ada di sini tidaklah begitu benar dan memuaskan. Keterangan-keterangan berikut ini saya sarikan dari berbagai sumber yang dapat dipercaya.

Secara kebiasaan kupu-kupu akan terbang dan mencari makan pada siang hari, sementara ngengat akan terbang dan mencari makan setelah gelap dan selalu mendekat ke arah sinar yang baginya sangat menarik perhatian. Jadi ketika selepas maghrib banyak binatang kecil-kecil berterbangan mengelilingi lampu, itulah ngenget yang sering kita jumpai. Perbedaan secara morfologi, yang jelas kupu-kupu mempunyai belalai, ngengat tidak. Kupu-kupu ketika hinggap akan mengatupkan kedua sayapnya, ngengat tidak tetap dalam posisi terbentang. dan masih banyak lagi.

Ketika sedang dalam ujud larva (ulat) kupr-kupu nyaris tidak mempunyai arti apa-apa, sedangkan ngengat sangat banyak baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Yang menguntungkan larva ngengat akan menghasilkan sutra, yang tidak menguntungkan larva ngengat cenderung sebagai perusak atau hama, dari hama tanaman sampai baju yang sudah jadi sekalipun bisa menjadi sasaran larva dari ngengat ini. Tetapi ngengat (dalam bentuk larva) mempunyai musuh alami (predator) antara lain, laba-laba, kumbang tanah dan kumbang buas. Ganbar di bawah ini adalah ngengat terbesar yang pernah ditemukan, bentangan sayapnya mencapai 30cm. 




Saya memuat dan menelusuri binatang ini, juga karena tingkah binatang ini yang sempat mengganggu (mengusik) jam istirahat malam saya tanggal 12 Maret 2013 yang lalu. (Hari libur Nyepi, Selasa Kliwon). Kurang lebih setelah isya' terdengar kepakan sayap dari arah pintu depan yang tertutup, dan makhluk itu telah masuk melalui lobang ventilasi di atas pintu. Saya segera mencari tahu, ternyata seekor kupu-kupu yang cukup besar (nggilani). Karena demikian besarnya kupu-kupu itu, tetapi saya tetap menjaga untuk tidak panik, dengan itu kemudian aku mematikan lampu (refleks, karena aku tidak tahu makhluk itu menyukai cahaya apa tidak) hasilnya cukup menenangkan, karena tidak terdengar lagi suara kepakan sayap yang menandakan sedang terbang. Istirahat bisa aku teruskan dengan tetap waspada dan hanya tidur di kursi saja. Tak enak juga, akhirnya aku mencari-cari keberadaan makhluk itu berada, ternyata ia hinggap dengan nyaman di daun pintu kamar depan yang terbuka. Aku segera menggambil camera untuk mengabadikannya, dan jadilah gambar yang pertama di atas. 

Kurang lebih tengah malam, terdengar lagi kepakan sayap itu dan aku tetap waspada. Saya tidak ingin mengusir makhluk itu, tetapi apabila berkenan saya persilakan keluar lewat pintu belakang yang langsung ke kebon. Tetapi tidak dilakukannya, padahal saya sudah mengarahkan dengan membuka pintu dan menyalakan lampu yang ada diluar. Tetapi malahan hinggap di daun pintu depan yang tertutup. Karena merasa nyaman disana ya saya biarkan. 

Menjelang subuh terdengar lagi kepakan sayapnya yang memang lebar itu, akhir dari kepakan sayap itu memilih untuk hinggap di lampion yang tergantung di kusen pintu kamar belakang. Lampion itu aku beli ketika libur akhir tahun dan sedang menjelajahi Glodok bersama temanku, artinya lampion itu adalah lampion yang biasanya digunakan oleh umat beragama Budha atau Kong Hu Chu dalam perayaan Imlek. Setelah kurang lebih sepuluh menit disana, maka sebelum terdengan adzan subuh akhirnya makhluk itu mau keluar lewat pintu belakang, dan segera saya tutup.     

Saya tidak bisa segera menjelaskan apa arti peristiwa ini, tetapi memang banyak hal yang sedang terjadi dan sedang berproses dalam kehidupan saya. Sekian uneg-uneg dari saya dansemoga dapat menghibur sebagai bacaan segar.

3.2.13

Sangkobak


(Isotoma longiflora (L.)Presl )



Kurang lebih dua tahun yang lalu (2010/2011) di bawah pohon jeruk yang kurang lebih setahun aku tanam tumbuh rerumputan yang aku tidak tahu namanya. Dan memang aku sebenarnya tidak banyak mengenal nama-nama rerumputan baik yang berguna maupun tidak. Tetapi aku melihat cara tumbuhnya, dan mengapa tumbuh tiba-tiba aku menjadi tergelitik untuk mengetahui lebih jauh tentang rumput-rumputan. Aku mulai menelusuri web-web dan situs-situs di internet, dan pusing juga malah dibuatnya. Pernah kucoba pula untuk mendata semua jenis tanaman obat, itu juga tidak berhasil. Sebenarnya aku sudah putus asa, bodo amat cuma rumput itu.  

Baru beberapa bulan yang lalu aku mencoba lagi, ya karena rumput itu tumbuh lagi, dan ketika kucoba untuk membiakkan bersama tanaman strawberry yang kuperoleh ketika berkunjung ke Ciwidey malah keduanya mati alias tidak mau tumbuh. Aku mencoba mencari dengan cara yang berbeda. Biasanya kalau aku googling  selalu mencari situs ternama, wikipedia, minimal blogspot (blogspot adalah milik google sehingga semua yang ada disana akan dengan mudah diketahui). Maka usaha kali ini saya mencoba dengan pencarian gambar, ternyata hasilnya memuaskan, terbukti dengan mudah aku mendapatkannya.

Rumput itu bernama Sangkobak atau Ki Tolod. Di luar negri rumput itu terkenal dengan Five Star, karena bunganya berwarna putih dan mahkotanya 5 helai. Keterangan selanjutnya di bawah ini saya dapatkan dari: http://beningdarulhuda.blogspot.com/. Ternyata tumbuhan ini mempunyai banyak khasiat terutama dalam dunia farmasi (obat-obatan) meskipun secara sepintas tanaman ini dianggap beracun karena kandungan zat-zat kimia esensialnya sangat tinggi. Antara lain lobelin, lobelamin, isotomin, saponin, flavonoid dan poliferol. Mempunyai efek farmakologi: anti radang, anti inflamasi, anti neoplastik, analgesik dan hemostatik. Bila anda ingin mengkonsumsi tumbuhan ini konsultasi dulu dengan ahli herbal.

Gambar yang ada dibawah ini adalah yang saya dapatkan dari penelusuran dengan google.








Catatan: Tumbuhan ini juga mempunyai 3 nama ilmiah yang lain
             - Hippobroma longiflora
                 - Laurentia longiflora
                 - Lobelia longiflora



11.4.11

Menyikapi

Nilai Oktan



Dulu ketika saya sedang belajar tentang hal-hal yang berbau materi (baca: Kimia), sempat mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai hal ini, yaitu ketika belajar mengenai minyak bumi. Namanya juga pelajaran tambahan, seandainya saya tidak mengerti benar tentang hal itu adalah wajar, sedangkan apabila saya tidak mengerti dengan baik ilmu pokok yang saya pelajari itu juga masih wajar. Untuk itu marilah kita sama-sama belajar tentang hal itu.

Sebelum kita mulai, sebaiknya kita arahkan telunjuk jari anda ke sini, dan setelah mendapatkan sedikit gambaran, atau bahkan bingung maka ada baiknya bila telunjuk anda diarahkan ke sini  dan akan menjadi semakin bingung. Dan sebagai tambahan perlu juga kiranya apabila kita harus pula belajar tentang mesin  empat tak (mesin empat langkah).

Bilangan oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi. Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka akan terjadi knocking di dalam mesin. Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak, sehingga sebisa mungkin harus kita hindari.

Nilai oktan bisa berupa RON (Research Octane Number), MON (Motor Octane Number), AKI (Anti-Knock Index) maupun RdON (Observed Road Octane Number). Dan yang dipakai di Indonesia adalah yang pertama. Sebelum kita belajar lebih lanjut lihat gambar di bawah ini, dan kemudian kita sedikit belajar mengenai kimia.

Pada waktu sekolah SD dulu, sudah pernah dikasih gambaran bahwa minyak (bensin, solar, munyak tanah, dll) yang kita pakai sehari-hari adalah berasal dari bumi, makanya kemudian sering disebut minyak bumi. Tetapi minyak tersebut masih kotor dan perlu diolah lebih lanjut dengan penyulingan dan kemudian menjadikan yang bermaca-macam minyak tadi dari yang teratas gas dan yang terbawah aspal. Pada pelajaran tingkat lanjut kemudian kita mengerti bahwa minyak bumi tadi merupakan campuran dari berbagai macam senyawa hidrokarbon (terdiri dari atom H dan atom C) yang sangat komplek, dan untuk bisa digunakan maka perlu dipisah-pisahkan atau dikelompok-kelompokkan maka jadilah elpiji, bensin, solar dan sebagainya itu.

Okelah kita langsung ke fraksi bensin (gasoline) yang terdiri dari percampuran C7H16 (heptana) dan C8H18 (oktana). Heptana dan oktana ini mempunyai isomer yang cukup banyak sehingga sebenarnya bensin adalah campuran lebih dari sepuluh macam senyawa yang berbeda-beda. Tentu saja sifat-sifat fisiknya hampir sama sehingga sangat sukar untuk dipisahkan menjadi senyawa tunggal. Karena bensin bukan senyawa tunggal maka untuk dapat digunakan dengan baik maka diperlukan sebuah nilai. Ini adalah berhubungan sangat erat dengan mesin yang akan dirancang untuk dijalankan dengan bahan bakar bensin tersebut.

Kalau kita pelajari dengan seksama cara kerja mesin (terutama 4 tak), maka bensin harus terbakar secara tepat pada pemampatan secara maksimalnya ketika piston berada tepat pada titik terjauh dari poros yang ketika itu busi akan memberikan percikan bunga api sebagai inisiator pembakaran. Artinya apabila terjadi pembakaran spontan pada bahan bakar yang karena terjadi pemampatan (sebelum piston berada pada titik terjauhnya) maka mesin akan mengalami gangguan, itulah yang dinamakan knocking. Hal ini akan terjadi apabila bensin yang ada di dalam silinder itu mempunyai nilai fisik tidak standar. Nilai fisik itu berkisar antara titik api dan titik nyala. Bagaimanakah menentukan nilai-nilai itu?

Karena bensin tersusun dari berbagai macam senyawa, dan yang paling banyak biasanya isooctane, maka nilai-nilai tadi bisa diperoleh dengan melakukan perbandingan terhadap jumlah isooctane. Maka diperoleh angka oktan, misalnya 88 artinya bensin itu terdiri dari 88% isooctane dan 12% senyawa lainnya. Untuk menggampangkan mencari nilai ini (karena untuk mengetahui dengan pasti susah) maka kemudian bensin dimasukkan ke suatu alat tertentu yang sudah dibakukan dan dinyalakan (semacam mesin juga) dan akan bisa dihitung nilai oktannya.

Mestinya nilai oktan maksimum adalah 100% (99,9). Tetapi ada bahan-bahan lain yang bukan bagian dari bensin dan bisa juga dicampurkan sihingga menyatu dengan bensin itu sendiri. Bahan-bahan tambahan itu (additive) kalau diukur dengan alat tadi akan mempunyai nilai oktan yang lebih dari seratus misalnya: toluene = 111, methanol = 106, xylene = 117. Tentu saja dengan menambahkan (mencampurkan) bahan-bahan tadi akan dapat mendongkrak nilai oktan dari bensin itu. Celakanya bahan-bahan tambahan tadi mempunyai nilai energi yang lebih kecil dari bensin.

Dulu untuk mendongkrak nilai oktan sering digunakan TEL (Tetra Ethylen Lead) atau senyawa timbal yang sekarang sudah dilarang. Sekarang yang sedang mode adalah menambahkan MTBE atau propanol. Pertanyaan saya, apakah anda rela kalau motor/mobil anda kekurangan tenaga karena terpaksa mengkonsumsi makanan yang tidak semestinya?

Kenapa tidak menggunakan bensin yang memang mempunyai nilai oktan yang sesungguhnya? Kenapa tidak menggunakan bensin produksi sendiri yang katanya lebih bagus dari bensin produksi manapun di seluruh dunia? Ingat kasus di negri China yang terpaksa mendongkrak nilai protein pada produk susunya dengan menggunakan melamine.

Saya tambahkan sedikit disini, Indonesia masih menggunakan bensin dengan nilai oktan terendah di dunia yaitu 88, sedangkan Amerika tidak menggunakan standart RON tetapi AKI.

30.3.11

Bahasa Isyarat

Pramuka

Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega. Ada juga kelompok lain yaitu Pembina, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing Pramuka. Sedangkan yang dimaksud Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur.

Sedangkan Kepanduan (Scout) adalah sebuah gerakan pembinaan pemuda yang memiliki pengaruh mendunia. Gerakan kepanduan terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, baik untuk pria maupun wanita, yang bertujuan untuk melatih fisik, mental dan spiritual para pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat. Saat ini, terdapat lebih dari 38 juta anggota kepanduan dari 217 negara. Tentu saja yang terbanyak dari Indonesia dengan Pramuka (Praja Muda Karana) nya.

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia, yang mempunyai lambang tunas kelapa.

Tiga paragraf di atas terasa sangat lancar dan harmonis sekali kata-katanya, karena saya kutip dari Wikipedia. Bagi saya yang menarik dari Kepramukaan (Kepanduan/Scouting) adalah kegiatannya yang kadang-kadang perlu memeras otak untuk dapat menyelesaikannya. Ada beberapa hal dari pengalaman pribadi saya yang akan saya ungkapkan disini. Silakan untuk menyimak uraian berikut.

Hampir semua anak sekolah formal di Indonesia ini tentu pernah menjadi anggota Pramuka, karena itu merupakan kegiatan ekstra kurikuler yang wajib diikuti dari semenjak SD hingga ke lanjutan tingkat atas. Namun demikian banyak sekali anak-anak yang mengikuti kegiatan ini hanya asal-asalan saja, dan hasilnya tentu saja jauh dari pengharapan semula. Tak jarang mereka mau mengikuti pendidikan ekstra kurikuler ini hanya untuk wah saja. Tetapi bagi yang mengikuti secara serius pastilah banyak manfaat yang dapat diambil.

Kegiatan Kepramukaan ini biasanya dibagi beberapa macam, ada yang dilakukan di dalam kelas yang biasanya untuk briefing atau memberikan petunjuk-petunjuk untuk nanti dipraktekkan. Tentunya praktek itu sendiri yang dilakukan di luar kelas atau udara terbuka, meskipun sifatnya masih bisa sebagai briefing. Dan bila briefing-briefing sudah dirasa cukup, kemudian kemah atau camping yang biasa dilakukan di udara terbuka dan jauh dari rumah. Dalam kegiatan camping ini biasanya akan ada acara-acara lain yang cukup menarik, api unggun dan pertunjukan di malam hari, dan di siang hari ada permainan dan mencari jejak.

Buat saya pribadi hal yang paling menarik di dalam camping adalah saat mencari jejak. Semua tantangan dan persoalan akan muncul saat itu, apabila kita ingin sukses maka harus bisa menaklukkan semua tantangan itu. Dari sandi morse hingga semaphore yang harus dihafal dan masih banyak lagi sandi-sandi yang lain yang biasanya telah diberikan saat briefing sebelumnya.

Saya masih ingat ketika masih SD pada acara briefing diluar ruangan, setelah semua regu berkumpul dan mengelilingi sang tutor dari jarak yang tidak terlalu jauh, kemudian sang tutor mengeluarkan serentengan barang-barang yang disusun dengan seutas tali. Jumlah barang-barang yang berbeda-beda itu kurang lebih sepuluh. Kemudian sang tutor memerintahkan kepada semua anggota Pramuka untuk mengamat-amati barang-barang itu dengan teliti. Diberikan waktu yang cukup lama kurang lebih sepuluh menit. Setelah waktu dirasa cukup kemudian sang tutor memberesi barang-barangnya, sesaat kemudian memerintahkan kepada setiap regu untuk menyebutkan ulang satu-persatu barang-barang itu secara urut. Hanya satu regu yang mendapatkan nilai bagus meskipun tidak maksimal (kurang dua). Setelah diteliti dan dicari sebabnya mengapa regu itu bisa menyebutkan secara urut tetapi kok kurang dua? Ternyata regu itu hanya beranggotakan 8 orang, sehingga ketika masing-masing personel dipaksa untuk menghafal satu macam barang, maka dua barang yang terakhir tidak ada yang menghafalnya.

Dan ketika proses belajar diulang dengan cara yang agak berbeda, yaitu sang tutor hanya menyebutkan saja satu persatu barang tadi dengan nama yang salah (misalnya yang dipegang buku tetapi dibilang kipas) maka akhirnya regu tadi, yang sudah ditambah dua anggota lagi ternyata malah kalang kabut dan jawabnya hampir salah semua. Kuncinya adalah kekompakan dan kebersamaan. Anggota yang baru masuk belum dapat beradaptasi dengan kawan-kawannya yang sudah solid.

Dan ketika sebuah regu yang menurut sang tutor masih sangat mengecewakan dalam hal ini (kebetulan regu putri), diberikan trand yang sama dengan cara yang berbeda, yaitu dengan menyuruh mereka berjejer menghadap ke depan dan tangan ada di belakang, kemudian sang tutor memberikan barang-barang yang berbeda-beda dengan tetap tangan ada dibelakang, dengan cara barang diberikan kepada anggota yang paling ujung dan untuk diteruskan pada anggota sebelahnya sehingga semua barang habis, dan kembali dikumpulkan satu persatu urut dari ujung yang satunya, tetapi regu inipun masih mengecewakan sang tutor. Intinya adalah pemahaman masing-masing personel yang masih kurang.

Pengalaman yang satu ini adalah terjadi saat mejadi Penegak (Pramuka tingkat SLTA). Pada saat briefing, sandi yang diajarkan adalah AM – ZN yang telah dimodifikasi dengan loncat beberapa item sesuai angka pada kunci yang tertera. Saya tidak ingat persis waktu itu perintah yang diberikan apa, dan dalam bentuk sandinya bagaimana? Tetapi kurang lebih seperti ini:

“Ketika mobil saya yang bernomer 3698 mogok ditengah hutan, maka saya minta bantuan kepada Amir, Mirza, Zainab dan Nina untuk mendorongnya.”

Kemudian di bawahnya ada sederet huruf-huruf besar semua yang hampir-hampir tidak mempunyai makna apa-apa. Dari briefing tadi diperoleh cara menyelesikan sandi tersebut sebagai berikut:





Penjelasannya:

  • Huruf N yang pertama adalah huruf M yang telah loncat 3 kali dari huruf P.
  • Huruf O adalah huruf L yang telah loncat 6 kali dari huruf R.
  • Huruf J adalah huruf Q yang telah loncat 9 kali dari huruf A.
  • Huruf B adalah huruf Y yang telah loncat 8 kali dari huruf J.
  • Huruf W adalah huruf D yang telah loncat 3 kali dari huruf A.
  • Dan begitu seterusnya sampai semua huruf terdefinisikan.
Tetapi ketika di dalam acara mencari jejak yang sebenarnya kakak Pembina telah merubah sandi menjadi seperti berikut:

“Ketika tiba di sebuah tepian hutan, tiba-tiba ada seekor monyet yang hendak menyebrang sebuah kali. Monyet tadi menyebrang jembatan dengan cara melompat dengan irama 3 5 3 ke arah depan.”

Tentu saja saya kalang kabut bagaimana untuk menterjemahkan sandi tersebut di atas, dari sederetan tulisan yang tanpa nama. Setelah lama dipikir bersama-sama, dan setelah lama diotak-atik tidak juga ketemu apa perintah dari sandi itu, akhirnya seorang teman dari regu lain membisikkan hasil dari perintahnya saja tanpa memberitahu cara menyelesaikannya. Ok! Dikerjakannyalah perintah itu meskipun saya masih harus mencari tahu bagaiman cara menyelesaikan sandi itu. Rupanya penyelesaiannya hanya sederhana saja. Maka jika huruf pertama C maka harus loncat 3 ke arah depan menjadi F, dan jika huruf kedua G harus loncat 5 ke arah depan mejadi L, begitu seterusnya. Jadi siapapun yang memberikan sandi dan perintah itu, berhak untuk merubahnya setiap saat tanpa memberitahukan terlebih dahulu. Hanya kita saja (kami) yang harus pandai-pandai memecahkannya, tentunya dengan nalar dan nafsu yang harus diredam.

Berikut ini beberapa sandi (bahasa isyarat) dalam Pramuka yang saya peroleh dari tempat ini: Pramuka.net
Atau dari sini: Praja Muda Karana :



Primbon adalah salah satu buku yang memuat banyak bahasa isyarat alam (baca: Yang Maha Kuasa). Seperti juga bahasa sandi pada Pramuka, yang memberikan sandi-sandi itu juga punya hak untuk merubah kuncinya. Jadi meskipun itu sebuah Primbon, mestinya kita tidak mebacanya secara tekstual, tetapi harus dengan hati yang bersih, sihingga kita bisa mengerti apa sebenarnya arti yang tersirat dibalik semua yang tersurat. Mungkin hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mencerna tulisan saya ini, tetapi tak apalah ini sebagai sesuatu yang ingin saya sampaikan dan sudah terlaksana. Terimakasih!

27.1.11

Fenomena

Corp Circle



Gambar di atas saya ambil dari facebook yang di-upload oleh seorang teman, yaitu gambar pasca kejadian fenomena Corp Circle beberapa waktu yang lalu di Sleman Yogyakarta. Semula ketika mendengar berita tersebut pikiran saya kemudian tertuju pada fenomena-fenomena alam biasa yang sering terjadi di bumi Indonesia, yang sedikit dihiasi dengan keanehan. Namun ketika setelah melihat sekilas gambar-gambar baik yang ada di TV maupun hasil pencarian kemudian saya melihat adanya pola tertentu yang menandakan itu adalah dibuat oleh makhluk cerdas. Buat saya pribadi, kalau hal itu dikerjakan oleh manusia (terutama manusia Indonesia) kok kurang kerjaan amat orang itu sehingga harus merusak sawah orang segala, dan tentu saja tekhnologi seperti apa yang mereka gunakan untuk melakukan kerjaan yang sia-sia seperti itu?

Sebelum mengulas lebih jauh ke arah yang lain, sedikit mengenai pencarian, kemudian saya menemukan pola seperti berikut yang kemudian itu merupakan pola hasil rekonstruksi cepat oleh seseorang dari Corp Circle yang ada di Yogya tersebut:  

Kemudian saya berpikir bahwa pola itu merupakan sebuah jejak dari sebuah pesawat super canggih yang tentu saja bukan buatan manusia di bumi ini. Kurang puas dengan pendapat seperti itu kemudian saya mulai melakukan pencarian lagi ke seluruh pelosok situs, kemudian saya temukan situs berikut:

Sebelum anda membuka untuk melihat-lihat secara keseluruhan dan mendalam berikut akan saya sajikan beberapa Corp Circle yang pernah terjadi.




Setelah melihat berbagai pola yang pernah terjadi maka kemudian saya mempunyai pemikiran-pemikiran yang lain lagi, yaitu tentang si pembuat Corp Circle's (jamak) tersebut. Saya tidak berpikiran lagi dengan apa. atau bagaimana fenomena itu dibuat? Saya sekarang hanya berpikir punya maksud apa fenomena sedemikian banyak diciptakan dengan pola yang berbeda-beda? Berikut ini uraian saya pribadi.

Dengan menangkap kenyataan bahwa semua Corp Circle dibuat di atas hamparan tanaman jagung, gandum ataupun padi, maka saya berkeyakinan bahwa maksud mereka hanya sederhana yaitu ingin melukis seperti ketika kita masih anak-anak yang selalu mencoret-coret apa saja yang ada di depan kita. Tak perduli apakah itu tembok rumah, pagar orang, mobil atau kertas, dan kalau mau lebih profesional maka kita akan melukis di atas kanvas. Jadi mereka menggunakan hamparan ladang gandum ataupun sawah padi dengan tanamannya sebagai kanvas untuk melukis. Apakah mereka hanya bermaksud melukis saja?

Bisa saja mereka punya maksud lain, misalnya mereka ingin bicara tetapi ternyata mereka tidak bisa bersuara seperti kita. Mereka ingin menulis, tetapi mereka tidak punya bahasa tulisan seperti kita. Mereka hanya punya keahlian menghapal bentuk-bentuk yang ada di alam mereka, yang sangat mungkin di peradaban mereka asalnya adalah sudah sangat tertata dengan teraturnya sehingga segala sesuatunya harus simetris. Atau bisa saja bentuk-bentuk yang mereka hafalkan adalah sebuah seni bagi kehidupan mereka dengan lebih menyukai lingkaran sebagai frame, dan beberapa bentuknya ternyata merupakan makhluk. Bagaimana mereka mengerjakan itu semua?

Dengan adanya sumber-sumber yang mengatakan bahwa wahana (kendaraan) mereka, yang sangat mungkin adalah pesawat tanpa awak, (seperti pesawat Huble milik manusia di bumi yang sedang menjelajah luar angkasa), bergerak dengan kecepatan tak tentu dengan lintasan zig-zag maupun patah-patah, maka bisa disimpulkan bahwa wahana mereka tidak bekerja menggunakan hukum gravitasi, seperti kebanyakan sistem yang ada di bumi ini. Lalu bagaimana wahana mereka bekerja?

Itulah kekurangan kita sebagai manusia yang hidup di bumi ini. Kita sudah terlalu puas dengan hanya menggunakan sistim yang semua selalu mengacu terhadap Gelombang Elektromagnetik. Kita tidak pernah ingin tahu lagi bahwa kemungkinan ada gelombang jenis lain lagi. Kita tidak pernah membayangkan bagaimana seandainya gelombang elektromaghnetik (GEM) itu tidak pernah ditemukan. Kita tidak pernah membayangkan seandainya listrik itu tidak pernah ditemukan. Jadi karena semua eksperimen kita selalu melibatkan maghnit dan listrik akibatnya kita hanya akan menemukan GEM saja. Mungkin seperti peribahasa "katak dalam tempurung". Jadi sebenarnya kita sebagai peradaban manusia sudah ketinggalan teramat jauh dengan mereka, yang bisa jadi mereka hanya tinggal sisa-sisa peradaban saja yang terpaksa tersesat sampai ke bumi. Lalu dimana tempat tinggal mereka yang semestinya?

Alam Semesta ini sangat terlalu luas untuk kita pikirkan.




Posting 1:
Anda mungkin akan terheran-heran melihat jejak UFO di Sleman.Tapi coba sedikit jeli memperhatikan gambar yang beredar. Foto yang di-crop sana-sini, perhatikan orang yang berada di situ!
“Waah, bohongan ya pak De? Pembohongnya kok banyak ya!”
“Lah kowe apa ndak curiga fotonya cuman satu saja Thole?”

Posting 2:
Nah yang mengherankan, si “Alien” lupa mengambil gambar dari sisi-sisi lain sewaktu menyogok media untuk memuatnya. Namanya CROPS, betul gambarnya saja yang di-cropping sana-sini untuk mengesankan dari berbagai gambar. Perhatikan adanya orang di dekat bentuk segitiga itu!

Untuk membuktikannya sebaiknya anda ke Jogja menyaksikan sendiri. Lumayan buat menambah PAD, menyumbang korban bencana. Tapi jangan kaget kalau anda pas kesana cropsnya sudah hilang karena hujan. Jadinya gak ada bukti, as usual!


Komentar-komnetra:

Jjhbs: Insinyur pakar pertamananpun bilang untuk bikin circle seperti itu perlu waktu 6 bln, dan itu padi man tidak gampang dirobohin, ditata. Itu padi yang tebal, jangan cuma ngomong, tapi coba anda praktek! Cupet banget! Kalau buat ngalihin perhatian. Masalahnya kenapa Corp Circle ada hampir di semua negara, bahkan ada yang ukuran 7x lapangan bola terjadi dalam 1 malam, atau mungkin hitungan menit. Dasarnya Indonesia mah tiada hari tanpa masalah bro. Amerika dengan sengaja mengkaim kalau UFO adalah pesawat mata-matanya, untuk nakut-nakuti Rusia and Jepang, bahkan mereka bilang UFO adalah balon cuaca dst. Karena mereka ingin menguasi tekhnologinya, biar negara lain nggak ikut-ikutan meneliti UFO (tragedi Roswel New Mexico).

Kita nggak bakalan bisa contact dengan alien selama tidak ada yang bisa jawab/balas bahasa komunikasi yang mereka kirim lewat sandi-sandi corp circlenya, coze di kita bukan cuma orang awam saja yang menafsirkan corp circle dengan logika mahluk bumi yang dangkal, dengn langsung memvonis mentah-mentah CC adalah buatan manusia, dengan penelitian yang cuma pakai kira-kira mengatakan UFO adalah hal yang tahayul. Bukannya berusaha meneliti dengan seksama, dengan logika bahwa Jagat Raya

bukan cuma selebar kening MU, dan selebar kening Om Gayus Tambunan yang hanya pintar nyuri duit negara. Jagat Raya ini terdapat milyaran tata-surya, milyaran galaksi. Di galaksi kita saja diperkirakan ada 5jt planet. Imposible kalau cuma bumi yang berpnghuni. Pasti ada makhluk-makhluk cerdas di luar sana, dan mereka bolak-balik ke bumi mentertawain daya pikir logika mahluk bumi yang mengaku ahli antariksa, ahli fisika, mahasiswa cerdas tetapi cupet-cupet. Pokoke cupet-cupet, dangkal-dangkal wkwkwkwk kasihan guwe mahluk bumi, cuma ngetinya dikit-dikit pengalihan. Tidak tahukan anda tanpa corp circle-pun dari dulu negara bernama Indonesia full masalah, full korupsi dan keterbelakangan ilmu!

SC: Mereka datang dari planet lain, saya yakin itu adalah jejak UFO

Evan: Hehehe kalau mau buat gambar Garuda alien-nya takut nanti dilaporin ke pengadilan

Wars: Coba kalo ufo beneran ada, apa nggak pada grogi tuh yang bikin hoax-nya. Macem orang nakut-nakutin orang lewat di kuburan, tau-tau pocong beneran jawil kupingnya die, hiiiiiiii ……

Maheso: Apapun makanannya, CC tetap karya seni yang indah untuk dilihat. Mending menikmati CC dari pada terjebak permainan politik dengan berbagai kasus yang memang bener-bener pepesan kosong.

AS: Kurang kerjaan orang yang bikin itu, udah beras mahal merusak padi orang lagi. Kalau di kampungku, di Tanah Karo sana ada yang buat kayak gitu di sawah orang, sudah digebuki sama orang sekampung. Jangan-jangan ikut kerja-sama sama yang buat itu. Ada-ada saja!

Nabila: Lebih menarik lagi kalo diadakan lomba crop circle di Jogja, yang penting ada ganti rugi bagi pemilik lahan dan tamanan. Pasti banyak peminatnya, bisa jadi sponsor juga banyak

Rief: Setuju nih dengan Mas Putrago! Penjelasan tentang CC di sini kayaknya ilmiah banget yah, pake analisa geometris segala. Tapi kok soal kemungkinan sudut pengambilan gambar gak kepikiran ya. Di TV juga ada kok tayangan VIDEO pengambilan gambar dari helikopter, jauh lebih indah dari kejauhan. Ini namanya memancing popularitas di air keruh ^_^ Gak baik loh sebagai sikap orang inTELEK.

Andri: Laris manis blognya pak De! Gak usah pedulikan yang ngomongin pak De suka copy paste, karena copy pastenya pak De sangat bermanfaat dan ngilmiah. Itu news-news lain ngikut pak De. Hidup pak De!

Dadang: Allien mau belajar apa ke Indonesia? Belajar kempo di arena sepak bola? Buat seperti itu sangat mudah bagi seniman seni rupa Jogja. Jogja kan gudangnya seniman.

Artis: Yang disebut orang di dekat segitiga itu, sebenernya bukan orang lho. Saya sudah lihat sendiri kesana, itu cuma batang pohon/tonggak di tengah sawah, kayaknya dia nggak bisa direbahkan seperti padi-padi lain yang disekitarnya. Jadi dari jauh seperti orang berdir.

Putrago: Wah yang pengalihan isu itu sebenarnya blog ini. Anda mengatakan pengalihan issu karena anda tidak menyaksikan langsung di TKP. Itu fotonya cuma satu sudut saja karena memang untuk mendapatkan bentuk crop yang jelas harus naik bukit, dan cuma ada satu bukit yg terdekat di situ. Tolong jangan beropini yg sebenarnya ada buktinya tapi anda bilang gak ada buktinya. Jogja setiap hari hujan, tapi baru saja saya menyaksikan secara langsung crop masih ada dengan jelas.

Hafid: Saya kok malah curiga ya, kalau itu hoax. Mana ada sih pesawat ufo bikin crop tapi rata dan bagus gitu? Wkwkwkwkwkwk…

Syidad: Tapi kalau itu buatan manusia, kayak nggak ada kerjaan aja.

Andri: Setelah lihat video pembuatan crop-circlenya, saya cenderung setuju yang di Berbah ini kemungkinan besar man made. Pemilihan lokasinya juga di persawahan pinggir bukit, jadi bisa disaksikan banyak orang. Coba kalau hanya pinggir pepohonan, bisa-bisa pohonnya pada ambruk karena keberatan penonton.
Ayo, siapa yang bikin ngaku saja! Yang jelas bukan aku lho, yang bikin bisa kesempatan ngetop lho, seperti yang bikin lagunya “kalau aku jadi Gayus”

Choirul: Kalau menurut saya kok nggak gitu to, semoga ini bisa diambil manfaatnya saja.

Woman: Aku pikir bukan begitu ceritanya. Perhatian publik dari issue-issue nasional gak bakal mempan kalau cuma pakai cerita UFO. Crop circles di Sleman itu memang ada, tapi jangan terus dikaitkan dengan UFO. Itu namanya ikut-ikutan atau latah dengan cerita crop circles di luar negeri sana. Masak orang nggak bisa bikin crop circles yang cuma selebar 70 meter?

Palupi: Asli kok itu bukan hasil soto sop, tadi saya dapat gambar dari temen yg asli Jogja, kebetulan rumah saya daerah situ.

Dudulzs: Dikit-dikit pengalihan isu! Dikit-dikit dibilang poto palsu! Kalo memang ndak percaya ya search saja dulu poto yang lain, atau dateng saja langsung kesana. Kalo fotonya ngeblur mungkin saja dapetnya dari kamera hape.

Yuwono: Mungkin perlu ke sana. Membandingkan hasil foto dengan kenyataan di lapangan, biar kita yakin ini fakta atau bukan. Sekalian nge-cek secara cermat ada nggak-nya jejak-jejak artifisial di lapangan.

Ngopi Dongeng
Anda dapat memperbanyak dan menyebarluaskan isi website ini seutuhnya (CoPas), sebagian trus dicetak dijual ataupun dipakai bungkus kacang, ataupun dijadikan pesawat-terbang kertas, atau didaur ulang, dst-nya, asalkan tidak menghapus 'catatan hak cipta'. boleh Co-Pas, tetapi cantumkan sumbernya dari Dongeng Geologi. Karena banyak karya orang lain tersadur juga dalam dokumen website ini juga.